Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Kamis, 26 September 2013

ESSAY BEASISWA DATA PRINT PERIODE 2



Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan serta contohnya masing-masing

Kita tahu bahwa sesungguhnya antara IQ, EQ, dan SQ merupakan hal yang sangat penting kita perlukan khususnya dalam dunia pendidikan ini. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menyeimbangkan antara IQ, EQ, dan SQ, karena dengan demikian kita dapat meraih kesuksesan dengan mudah. Mari simaklah penjelasan mengenai penerapan IQ, EQ, dan SQ serta contohnya masing-masing.
IQ (Intelectual Quotient)
IQ (Intelectual Quotient) ialah istilah kecerdasan manusia dalam kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar, memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya. Anggapan awal bahwa IQ adalah kemampuan bawaan lahir yang mutlak dan tak dapat berubah adalah salah, karena penelitian modern membuktikan bahwa kemampuan IQ dapat meningkat dari proses belajar. Kecerdasan ini pun tidaklah baku untuk satu hal saja, tetapi untuk banyak hal, contohnya ; seseorang dengan kemampuan mahir dalam bermusik, dan yang lainnya dalam hal olahraga. Jadi kecerdasan ini dari tiap - tiap orang tidaklah sama, tetapi berbeda satu sama lainnya. Contohnya : antara individu yang satu dengan yang lain tentu memiliki daya intelektual yang berbeda-beda. Seperti ada IQ kategori SUPERIOR, JENIUS, CERDAS, RATA-RATA, dan RENDAH. Semua kategori tersebut memiliki tingkatannya masing-masing sehingga bisa dikategorikan sesuai daya  intelektual individu tersebut.
EQ (Emotional Quotient)
EQ (Emotional Quotient). Kecerdasan emosional adalah kemampuan pengendalian diri sendiri, semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain (empati) dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya. Contohnya : seorang individu di samping memiliki daya intelektual yang tinggi, ia juga harus memiliki daya emosional yang dapat menyeimbangkan dirinya, agar ia dapat mengatasi semua rintangan yang dihadapinya, dan mampu mengendalikan dirinya. EQ ini sangatlah penting sebagai pelengkap individu yang memiliki IQ tinggi.
Perlu dipahami bahwa SQ tidak mesti berhubungan dengan agama, Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. SQ tidak bergantung pada budaya atau nilai. Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang berasal dari dalam hati, menjadikan kita kreatif ketika kita dihadapkan pada masalah pribadi, dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati. Kecerdasan spiritual membuat individu mampu memaknai setiap kegiatannya sebagai ibadah, demi kepentingan umat manusia dan Tuhan yang sangat dicintainya. Contohnya : individu disamping memiliki IQ dan EQ, ia pun juga harus memiliki SQ, karena ini berhubungan dengan kesuksesan dirinya. Walaupun seorang individu memiliki IQ dan EQ, tetapi tidak memiliki SQ, maka individu tersebut tidak bisa menyeimbangkan dirinya dalam meraih kesuksesannya. Hal ini sangat berkaitan dimana individu tersebut mampu menciptakan nilai-nilai dalam dirinya yang bisa mendorong dirinya mencapai kesuksesan yang ia inginkan.

http://detectifmunir.blogspot.com/2013/02/iq-eq-sq-esq.html

1 komentar:

Harun Ar mengatakan...

Berkunjung... numpang baca-baca ya mbak...

Posting Komentar

DRAFT KU